Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

Al-Farabi

Sang Aristoteles Kedua
Salah seorang pemikir besar Islam terkenal di jamannya hingga sekarang adalah Al-Farabi. Ia mempunyai nama lengkap Abu Nasr Muhammad Ibn al-Farakh al-Farabi, yang juga dikenal sebagai Mualim Thani (guru kedua) dari Timur. Dia lahir tahun 870 di Farab, sebuah kota di Turki Tengah yang kini tak ada lagi. Kota ini dikenal sebagai tempat kelahiran sejumlah intelektual dan filsuf berskala internasional dari dunia Islam.
Baca lebih lanjut

20 Juni 2009 Posted by | Artikel, Catatan Perjalanan, Sejarah ISlam | Tinggalkan komentar

Pengantar Politik Islam

Oleh: Zaki Permana

“…tidak sempurna keislaman seseorang sebelum ia menjadi politisi”

(Imam Syâhid Hasan Al-Banna)

2285873903_b901713efd_mPolitik termasuk salah satu kata yang paling banyak dibicarakan masyarakat. Biasanya mereka mengartikan politik sebatas hal-hal yang menjadi urusan partai politik, masalah yang dihadapi para tokoh politik, dan segala hal yang bertalian dengan Pemilu dan pemberian suara, dst. Realitanya memang menunjukkan bahwa semua itu adalah aktivitas politik yang termasuk dalam kandungan makna kata politik.

Baca lebih lanjut

20 Juni 2009 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

Konsep Dasar Politik Islam

Oleh: Zaki Permana

politik-islam

“Sesungguhnya Allah memerintahkan engkau menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan [memerintahkan engkau] apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya engkau menetapkan dengan adil..” [al-Nisa: 58]

Baca lebih lanjut

20 Juni 2009 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

Zuhud, Kaya Raya dan Islam

Oleh: Zaki Permana Permana

Bmakankurma.jpganyak kalangan umat muslimin yang mengatakan bahwa menjadi miskin adalah pilihan hidupnya, dikarenakan keinginan kuat untuk hidup dengan zuhud (sederhana), apakah hal ini salah? Oh tentu tidak, sikap hidup adalah hal yang wajar dan sah, jadi wajar saja jika ada segolongan umat yang merasa lebih nyaman hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan. Wajar karena itu adalah hak asasi masing-masing individu.

Baca lebih lanjut

20 Juni 2009 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

GERAKAN MAHASISWA, ANTARA IDEALISME DAN RELITA

DSC05174

Oleh: Zaki Permana

Ada tiga hal yang seharusnya menjadi titik perhatian utama pemerintah dalam melaksanakan program-programnya, yaitu pemerintah harus melindungi, mensejahterakan, dan mencerdasakan rakyatnya. Ketiga hal tersebut sejalan dengan amanat konstitusi kita yang tercantum dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Berangkat dari pemikiran itulah kemudian gerakan mahasiswa mewakafkan dirinya untuk terus mengawal laju kinerja pemerintah agar tetap berorientasi pada rakyat secara keseluruhan.

Baca lebih lanjut

19 Juni 2009 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

Globalisasi, Intelektual Profetik dan Rekayasa Sosial

Oleh: Zaki Permanalogo KAMMI Warna

 

 

Sesungguhnya, adakah keterkaitan antara tiga variabel di atas? Antara intelektual profetik, rekayasa sosial dan globalisasi? Apakah ketiganya saling mempengaruhi, ataukah ada hubungan tarik menarik? Lalu bagaimana peran intelektual profetik—baca: mahasiswa—dalam melakukan rekayasa sosial di tengah hantu globalisasi yang menakutkan bagi negara dunia ketiga seperti Indonesia?

Baca lebih lanjut

19 Juni 2009 Posted by | Artikel | 8 Komentar

Pendidikan Membangun Bangsa dan Karakternya

Oleh: Zaki Permana

Pendahuluan

suasana-belajar-di-adabiah-school-padang-19162Membangun Bangsa dan Wataknya (Nation and Character Building) sebenarnya mulai dikumandangkan sebagai bagian dari program nasional bangsa dan pemerintah Indonesia sejak awal negara ini lahir di bawah kepemimpinan Bung Karno. Tapi program besar ini belum sempat diselesaikan, dan kesalahan bukan semata-mata salah Bung Karno dan para pemimpin bangsa, dan juga bukan salah rakyat Indonesia, akan tetapi memang sejak awalnya program ini tidak akan menguntungkan pihak-pihak yang menginginkan untuk menikmati kekayaan alam Indonesia beserta dengan jumlah penduduk yang melimpah (sekitar 75 juta pada saat kemerdekaan Indonesia di proklamirkan).  Sehingga agenda-agenda untuk memecah bangsa dengan berbagai upaya untuk menikmati kekayaan alamnya selalu terjadi, termasuk upaya untuk melenyapkan Bung Karno 3 hari setelah proklamasi kemerdekaan.

Baca lebih lanjut

19 Juni 2009 Posted by | Artikel | 1 Komentar

Sajak Kebersahajaan

6003338-mdIngin kuiringi dengan gitar merdu suaramu
Karena begitu indah nampaknya bila iya
Maka dari lubang yang ujung-ujungnya berkilau itu
Nada-nada mengalir lincah dan ceria
Wahai engkau sang pesona
Ambilah kun yang telah kusiapkan untukmu
Pakailah dengan bijak rusuk itu

Baca lebih lanjut

19 Juni 2009 Posted by | Puisi | Tinggalkan komentar

Sajak kebersahajaan


4928358-lg

Menarik…

Dengungannya meliuk-liuk di rerumput bersahaja desaku

Mencipta magis yang menjalari hati

Menyiram gelisah

Menggantikan galau dengan senyuman

Baca lebih lanjut

19 Juni 2009 Posted by | Puisi | Tinggalkan komentar

SENANDUNG GADIS DESA

5530970-lg

Gadis desa itu berjalan teratur di pematang, kakinya lincah bermain percik air yang berloncatan dan hinggap di batang kemuning padi yang kian berrisi kian tertunduk tawadhu, dalam damai sawah itu ia bersenandung tentang alam dan bebintang keindahan di langit yang redup dalam kerudung senja. Matanya yang indah namun lelah mencari-cari dengan bahagia ternaknya yang sedari tadi berenang dalam kubangan yang tak jauh dari tempat ia berada. Kemudian diambilnya batangan bambu, senjata tongkat ajaib yang menandakan siapa sang majikan dan siapa yang bukan, diayunkannya lembut tongkat itu kelangit basah bekas hujan barusan sebagai tanda waktu pulang telah datang kepada ternak sumber penghidupannya, bagai tentara yang selalu patuh terhadap perintah komandan tanpa protes ternaknya mengikuti perintah untuk pulang dan masuk kandang, agar ternaknya aman dari terkaman dan agar esoknya dapat dengan mudah dijual untuk membeli beras yang selalu menanjak harganya. Hatinya riang, kakinya lincah, tak ada beban Negara, tak ada niatan korupsi.

Baca lebih lanjut

19 Juni 2009 Posted by | Puisi | Tinggalkan komentar