Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

Dari Kost Hal itu muncul

PIC_0336

Sore ini kembali aku berbicara tentang segala hal dengan saudaraku dalam gubuk yang hampir rubuh yang kemudian di sebut sebagai kos-kosan, kami berbicara tentang masa kecil, masa-masa masih sekolah dahulu di kampung masing-masing, dan tentang hal-hal yang (jujur) disukai ikhwan. Sungguh indah nampaknya ketika kami membayangkan masa tua nanti dimana kami dalam dunianya masing-masing membayangkan masa-masa ini, masa-masa dalam kos-kosan, pasti indah. Masa di mana ketika wajarnya orang Jawa menggunakan nasi sebagai makanan pokok maka kami pokoknya makanan, sungguh indah nampaknya mengenang masa dimana kita saling berteriak tentang cucian yang telah lama di rendam dengan air yang entah sudah sedari mula hitam atau memang berubah menjadi  hitam, sungguh indah rasanya….

Kost—kostan kami berupa rumah kotak yang selalu kehabisan ruang saat kami ingin menyendiri, sebentar-sebentar tembok, sebentar-sebentar sudut, kadang memang membosankan namun jauh lebih banyak mengasyikannya,  paling tidak kami yakini itu karena kami menjalani kehidupan ini dengan rasa kekeluargaan, sehingga bahkan ketika kami lama tak bertemu maka akan timbul butir-butir kerinduan yang mengaliri hati-hati kami yang akhirnya menghadirkan selaksa kangen yang menghentak, dan menuntut akan adanya sebuah pertemuan, lebih senang rasanya menyambut kedatangan saudara se-kost ketimbang melepas kepergiannya untuk pulanng, karena di samping kedatangannya menambah kesempatan untuk memperbaiki keadaan gizi yang sudah diambang keburukan, karena biasanya saudara yang kembali dari kampungnya sangat senang membawa oleh-oleh untuk hidup kami bersama selama beberapa hari, sungguh kenangan indah yang tak mungkin dapat terlupa dengan mudah..Allah pertemukanlah kami kembali pada saat kita sudah mempunyai anak nanti…

Kost adalah sebuah bangunan dengan beberapa sudut dan atap yang agak sedikit bocor, itu yang dimaknai saudaraku tentang kost ketika pertanyaan itu saya lontarkan, namun selain itu di balik dindingnya tersimpan sebuah kerukunan antar saudara sesama muslim yang bergerak bersama dalam naungan dakwah..kost—lah yang merupakan sebuah miniature Negara dalam tingkatan terkecil, namun dari kostlah mata air ide bermunculan dan memerikan warna tersendiri ketika senandung-senandung diskusi menghiasi kamar 3 x 5 milik kami, dari bangunan sederhana ini kami bertutur tentang perbaikan bangsa, dari bangunan sederhana ini kami bertutur tentang perbaikan Dunia, namun saya yakin hanya kost yang terbentuk dengan latar belakang imanlah yang akan ter konstruk menjadi demikian. Kami beranggapan bahwa ketika  bangunan sederhana itu dihuni oleh para ikhwan yang mengaku berada dalam sebuah pergerakan baik itu yang berada dalam suatu warna atau yang berlainan, maka akan sangat muspro sekali ketika dari dalamnya tidak muncul diskusi-diskusi yang mencerahkan penghuninya, kost seharusnya merupakan sebuah awal dari lahirny pemikir-pemikir ulung yang akan besar di kemudian hari, saya menjadi teringat dengan kost milik Sukarno dahulu yang dihuni oleh orang-orang yang kelak menjadi pembesar di negeri ini, mereka berbeda gerakan, mereka berbeda pemikiran, namun mereka mandi dari kamar mandi dan tidur di tempat yang sama, hal ini sangat berdampak pada kedewasaan politik mereka ketika mereka telah tua dengan jabatan masing-masing. Bayangkan ketika D.N Aidit dan rival politiknya berdebat habis-habisan dalam forum namun pulang kembali kekost dengan berboncengan sepeda dan bercanda mesra…

Sungguh indah rasanya ketika para mahasiswa tidak menjadikan kost-kosanya sebagai tempat tidur atau tempat masak bersama, namun lebih dari itu di dalamnya ada pembentukan karakter penghuninya dengan kebiasaan-kebiasaan yang dibangun bersama antara penghuninya

Ah GAZA University, di dalammulah kami berbagi, di bawah atapmu yang selalu bocorlah kami diskusi…nampaknya goresanmu terlalu dalam di memori sederhana yang kami miliki sehingga kami sulit untuk menghapusnya….

18 Juni 2009 - Posted by | Catatan Perjalanan

2 Komentar »

  1. Sungguh, merinding baca artikel yang ini… `kost-kostan selalu penuh kenangan`.
    Dalam do’a yang terlantun bersama:”Allah pertemukanlah kami kembali pada saat kita sudah mempunyai anak nanti…” Aamiin ya Rabbal’alamin,🙂

    Salam,

    Komentar oleh Kita ♥ | 26 Oktober 2010 | Balas

    • wah, jadi tersanjung…terimakasih ya…amin juga atas do’anya…

      Komentar oleh Zaki Permana | 18 April 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: