Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

Islam dan Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan penganut Islam terbesar di dunia. Kenapa dan bagaimana Islam dapat menjadi agama terbesar di Indonesia dan kuantitas pemeluknya terbesar di dunia? Jelaskan secara analitik disertai referensi-referensi ilmiah yang mendukung argumentasi!

Oleh: Zaki Permana

Berlepas dari perdebatan akan waktu masuknya islam ke Indonesia. Ada perbedaan proses masuknya agama islam ke Indonesia cukup berbeda dengan cara masuknya islam ke berbagai negara-negara di tumur tengah, jika islam di timur tengah berkembang dari pusat peradabanya di Madinah menyebar dengn cara ekspansi dan pembebesan (dari penjajahan negeri olah Romawi dan Persia), maka di Indonesia islam masuk dengan jalan damai, jalan kultural bukan struktural seperti di daerah-daerah lain atau negeri-negeri lain. Hingga kini islam menjadi agama bagi mayoritas penduduk Indonesia dan menjadi wilayah ummat islam terbesar di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.

Karena tabiat jalan dakwahnya yang berbeda itulah akhirnya di Indonesia perjuangan kultural yang cukup lama untuk dapat menjadikan masyarakat Indonesia ini menjadi masyarakat yang kondisi keberagamaan mereka benar. Perjuangan kultural itu adalah dengan cara pernikahan, pendidikan (pondok-pondok pesantren), kesenian (wayang, tembang mocopat), dan perdagangan.

Faktor pertama yang menjadikan islam menjadi dapat sangat diterima di masyarakat Indonesia adalah karena faktor kesetaraan yang dibawanya, islam tidak pernah membeda-bedakan kewajiban-kewajiban dasar setiap pemeluknya, dan islam juga tidak pernah membedakan hak-hak setiap pemeluknya. Saipapun dijaga kehormatan dan hak-haknya, siapapun berhak untuk masuk syurga, para petani, para sulthan, para kiyai, para pelajar/santri, para prajurit, para pedagang, para bangsawan maupun rakyat jelata semua sholat diwaktu yang sama dan di tempat yang sama dengan sujud-sujud yang sama pula. Waktu itu ide kesetaraan bagi rakyat Indoneisia merupakan sebuah hal baru yang terasa begitu indah, terutama bagi masyarakat kelas bawah. Tidak ada lagi sudra, waisya, atau brahmana, semua sama di hadapan Allah SWT semua adalah abdullah, semua adalah hamba. Yang membedakan derajat mereka di hadapan Allah hanyalah ketakwaannya. Agama ini begitu merakyat, masuk kepelosok-pelosok negeri untuk menyebarkan darma kebikan dan kehambaan yang haq kepada Tuhan seru sekalian alam.

Kedua adalah, agama islam begitu mudah untuk dijalankan, diawali dengan syarat yang sangat mudah yakni dengan mengucapkan syahadat seorang manusia sudah masuk kedalam islam secara sah, kemudian dalam pelaksanaannya agama ini hampir tidak memeras keuangan masyarakat Indonesia kecuali haji ke makkah, dan itupun dikarenakan jarak yang jauh, bukan karena haji-nya membayar dan zakat itupun bagi mereka yang mampu, sedang bagi yang tidak mampu maka tidak ada kewajiban untuk membayar zakat. Agama islampun memiliki sekian banyak keringanan-keringan untuk sebuah kondisi yang berbeda dari keadaan biasa, misalnya keringanan untuk sholat bagi para musafir, keringanan berpuasa begi mereka yang telah renta, dan sebagainya. Ritual-ritual agama islam hadir ditengah masyarakat dengan sangat sederhana dan tidak memberatkan. Intinya agama ini hadir untuk semua golongan, siapapun dapat dengan mudah menjalankan islam dengan sempurna.

Ketiga adalah karena faktor historis, yakni keruntuhan kerajaan majapahit yang beragama hindu. Berlepas dari perdebatan dikalangan sejarawan bahwa islam telah masuk sejak sebelum kerajaan majapahit berdiri atau setelah Majapahit berdiri, akan tetapi bergantinya kekuasaan hindu dominan waktu itu benar-benar membantu perkembangan islam di seantero nusantara. Hal ini juga didukung oleh berdirinya kerajaan-kerajaan islam di tanah indonesia, semacam kerajaan samudra pasai dan kerajaan demak di jawa. Karena pada masa itu hampir setiap orang benar-benar menjadi seorang da’I yang meyebarkan islam kepelosok negeri, entah itu Sulthan sebagai kepala negara, kiyai sebagai tokoh agamawan, dan juga masyarakat kebanyakan, dakwah islam bukanlah monopoli kaum brahmana sebagaimana hindu, semua kaum muslimin wajib untuk menjadi pendakwah-pendakwah kepada semua golongan, dimanapun dan kapanpun.

Keempat karena proses masuknya islam ke indonesia dengan cara yang benar-benar dapat direima dengn senyuman oleh masyarakat indonesia, hal ini berbeda dengan orang-orang nasrani yang menyebarkan agama mereka di indonesia dengan nalar kolonialisme, yakni gold, glory dan gospel yang terkenal itu.

Kelima dikarenakan fleksibilitas dakwah islam terutama oleh wali songo, yakni gelar beberapa ulama kesohor di Jawa pada abad pertengahan yang menggunakan media-media dakwah yang akrab dengan masyarakat Indonesia semacam wayang, gamelan, tembang-tembang. Sehingga nilai-nilai islam dapat benar-benar diterima dan diinternalisai bangsa indonesia terutama di Jawa.

Kemudian masa kolonialisme adalah masa dimana dakwah islam menjadi terhambat (wikipedia), akan tetapi tidak menghambat sama sekali bagi penyebaran islam di Indonesia, karena waktu itu yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan sekian banyak rangkaian perjuangan-perjuangannya di sentero negeri adalah masyarakat muslim baik dengan metodologi perjuangan primitif, yakni kedaerahan dan metode perjuangan lebih maju dengan persatuan dan kesatuan dan mengenal sistem perujangan melalui diplomasi. Disini masyarakat indonesia telah merasa benar-benar menyatu dengan islam dikarenakan ada sebuah kesesuaian platform antara masyarakat indonesia dengan islam, yakni untuk membebaskan diri dari penjajahan asing yang semena-mena. Ambilah contoh pejuangan Pangeran Diponegoro di Jawa, Cut Nyak Dien di Aceh, Pangeran Antasari, HOS Cokroaminoto, Bung Hatta, Bung Tomo, M Natsir dan masih banyak lagi sehingga hampir munculah istilah bahwa perjuangan/jihad/islam adalah masyarakat terjajah yang terus berjuang berabad-abad, dan penjajah/nasrani adalah masyarakat penjajah yang semena-mena terhadap pribumi dan negeri ini. inilah yang kemudian membuat islam benar-benar mendarah daging dalam masyarakat Indonesia bahkan hingga saat ini.

Referensi

  1. www.wikipedia.co.id (sejarah islam)
  2. www.wikipedia.co.id (islamisasi di indonesia)
  3. www.wikipedia.co.id (Indonesia merupakan mayoritas umat muslim di dunia)
  4. Mustafa Kamal SS, tarikh Islam, Sejarah Masuknya Islam di Indonesia
  5. Prof Dr Abubakar Aceh, Sekitar masuknya islam di Indonesia

18 Juni 2009 - Posted by | Artikel

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: