Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

10 sajak untuk ibu

Ibu, Tamparlah Mulut Anakmu

1

Ibumu adalah ibunda darah dagingmu. Tundukan mukamu, bungkukan badanmu, raih punggung tangan beliau, ciumlah dalam-dalam. Hiruplah wewangian cintanya, dan rasukan kedalam kalbumu. Agar menjadi jimat riski dan kebahagiaanmu.

2

Kalau engkau menangis, ibundamu yang meneteskan air mata, dan Tuhan yang mengusapnya. Kalau engkau bersedih, ibundamu yang kesakitan dan tuhan yang akan menyiapkan hiburan-hiburan.

3

Menangislah sebanyak-banyaknya untuk ibundamu, dan jangan bikin satu kalipun ibumu menangis karenamu, kecuali engkau mempunyai keberanian untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu. Kalau ibundamu menangis, para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya. Dan cahaya yang memancar dari air mata ibunda membuat para malaikat silau dan marah kepadamu. Dan kemarahan malaikat adalah kemarahan suci sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu surga bagimu.

4

Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu. Jangan sakiti hatinya, karena ibundamu senantiasa memaafkanmu. Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu akan digenggam erat-erat oleh para malaikat untuk mereka usulkan kepada Tuhan agar dijadikan kayu bakar nerakamu.

5

Pandangilah mata ibu tak menagih apapun. Tapi saya akan menyicil bayaran demi bayaran, dalam perdagangan dengan Tuhan yang Agung.

6

Kalau ibunda tersenyum bahagia karena kebaikan hidupmu, dan engkau menghiasi senyum itu dengan memperluas cinta kasih kepada sesamamu, maka surga menghampar dimasa depanmu.

7

Kalau ibunda menitikan airmata karena kesuksesanmu, dan engkau mengolah tangis itu menjadi taburan wewangian ke sekelilingmu maka istana emas di hari depan menantimu dengan sabar.

8

Kalau ibunda menangis oleh kapahitan yang engkau ciptakan melalui perbuatan-perbuatan durhaka, maka suara rintihan dari kedalaman hati ibu akan menjelma menjadi lengkingan-lengkingan terompet teramat keras dan memekakan langit dan itu membuat ribuan malaikat akan naik pitam, sehingga mereka beramai-ramai turun kebumi, mengumpulkan batu-batu untuk ditumpuk menutupi jalanmu.

9

Ibunda menyimpan surga ditelapak kakinya, namun itu tak menjadikannya kebanggaan dan kekuasaan atasmu melainkan dijelmakannya menjadi kasih sayang tak terhingga, diolahnya menjadi kelapangan hati dan persediaan maaf yang tak kan pernah habis.

10

Ibunda tak mengepalai rumah tangga dan masyarakat karena Ibunda adalah hatinya, nuraninya, jantung pemacu kehidupanya.

28 November 2010 - Posted by | Puisi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: