Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

Hal paling menyenangkan dari sebuah perjalanan

Seorang kawan berkata, “jangan kau membicarakan soal duka, sebelum kau mampu menertawakannya”…hahaha, kita semua tertawa saat mendengarnya, namun diam-diam kami semua meng-amin-i hal tersebut, iya..iya…tinggal kemudian , saat itu, kami semua mebicarakan duka sambil terkekeh…hahahaha..rasanya duka tak lagi menyedihkan….beralih menjadi sekedar sebuah lelucon….hahaha

Sama dengan perjalanan, menurutku hal terindah dari sebuah perjalanan bukanlah terletak pada perjalanan itu sendiri, namun pada kenangan perjalanannya, pada cerita-cerita “pamer” saat pulang, pada foto-foto saat “pamer”, pada “pamer-pamer” saat cerita…ya…kenangan sebuah perjalanan jauh lebih indah dari sekedar perjalanannya.

Bisa saja saat perjalanan sedang kita lakukan,disana ada lelah, ada dongkol yang memuncak hingga akhirnya antara teman pun menjadi beradu, entah argument, lidah, atau bahkan kepal, namun semua hilang saat perjalanan selesai dan kenangan bermunculan…

Pernah suatu ketika seorang teman dan aku, berjalan di tengah malam dengan sepeda motor, kami berjalan di bawah purnama di daerah yang penuh nuansa mistis dan tak ada manusia lain kecuali kami, kami berjalan, ya benar-benar berjalan, karena motor satu-satunya tersebut harus kami tuntun karena telah tak kuat lagi  berjalan sebab kelaparan, bensin habis….kami berjalan dalam lelah dan jengkel….walau setelah itu, setelah sang motor kenyang sedikit, karena hanya makan satu liter dari kapasitas perutnya yang 4 liter, kami berjalan tanpa sekalipun terhadang traffic light berwarna merah, semua hijau, seolah mengerti penat kami waktu itu….hahaha…keberuntungan yang menyenangkan.

Kami jengkel malam itu, kami penat waktu itu, namun disuatu malam juga, hanya saja tak sedang purnama, kami duduk berbincang tentang kejadian itu sambil menyeruput segelas besar wedang susu jahe sambil terbahak….hahaha…teman tersebut berkata, “ingatkah kau saat kau tuntun sepeda motormu di prambanan itu?”…kami tertawa…

Pernah juga suatu ketika, saat sudah penat benar membawa-bawa 3 ekor kambing sendirian ditengah hewujan, (bukan hanya hujan, tapi hewujan karena saking lebatnya), waktu itu jengkel betul rasanya karena sendirian, waktu itu penat betul rasanya karena si kambing rewel semua, al hasil, sangkambingpun aku gendong kawan…ya aku gendong..karena telah lemas sikambing ku tarik lehernya sehingga nyaris pingsan…haha…maaf kambing…

Lepas dari membawa kambing aku harus menunggu jemputan untuk membawaku dan kambing ketempat tujuan akhir, rasanya waktu itu aku telah menjadi akrab betul dengan sang kambing karena harus menunggu si jemputan yang tak datang-datang, sementara hewujan, tetap saja datang….nasib…

Hore, akhirnya jemputan datang…walau setelah berjam-jam aku menunggu dengan sembarangan menafsirkan kata-kata dari sang kambing, oh iya aku juga membawa sepeda motor “lanang” waktu itu, sambil penat dan mangkel ku katakan pada kawanku, ia sedang duduk manis di mobil dengan bak terbuka yang baru saja datang hendak menjemputku..”turun, gentian aku naik mobil, kau bawa nih sepeda motor ku” dia tak sempat menjawab, kambing kunaikan, aku telah naik, mobil telah jalan, dia aku tinggal dengan sepeda motor “lanang” ditanganya, jahat? Tidak kawan….sebab aku telah memberikan sepeda motor ku padanya…

Sampai ditempat tujuan sang kawan tak muncul juga, berjam-jam aku menunggunya….mangkel juga waktu itu…”kemana nih anak” pikirku…

Hampir tengah malam, kawanku muncul sambil memperlihatkan bibirnya yang sudah seperti ujung menara petronas….”sebal” katanya, aku? Sama, “enak saja dia tamasya kemana-mana dengan motor sementara aku disini harus sholat dengan badan sebau kambing”…pikirku…kutanya kawan itu…”kau kemana saja, kami semua telah penat dank au baru datang..”…dia muntab…”kau itu…kenapa kau beri aku motor “lanang” sendirian!!…..aku ga bisa naik motor tau!!” aku bengong….dan..hahahaha…pecah sudah tawa kami…aku membayangkan betapa sulitnya kawanku mengendarai motor tersebut…walau aku lelah membawa kambing maka dia pasti jauh lebih lelah membawa motor berkilo meter tanpa bisa mengendarainya….”kenapa kau tak bilang kawan..”…hahaha

Benarkan….perjalanan itu sangat indah justru ketika perjalanannya sudah selesai dan berubah menjadi kenangan manis, atau ketika perjalanan itu berakhir buruk sekalipun..ia akan menjadi lautan hikmah yang akan membuat kita semakin bijak….

Maka, mari kita melakukan perjalanan…..”dan bertebaranlah kamu di bumi Allah yang luas…”

28 November 2010 - Posted by | Artikel

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: