Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

Sejak Mula Kita Memang Sangat Terampil Dalam Menuduh

Kau tahu kawan…

Hati manusia itu lemah, mereka hanya mempercayai hal yang ingin dipercaya. Sebab itulah Nabi mengajarkan untuk bermohon pada Allah Tsabit Qulubana bermohon untuk keteguhan hati.

Hati manusia itu jujur, dia selalu berkata apa adanya, bahkan Sang Alkemis – Paulo Celho – berkata, bahwa suara hati adalah suara Tuhan.

Hati manusia itu begitu berharga bagi manusia, dan Nabi punberkata berkata, wa idza fasadat, fasadat kulluhu. Apabila ia buruk, maka buruklah seluruhnya. Hati manusia itu begitu berpengaruh bagi manusia. Begitu mulia hingga berjuta kata tak juga habis untuk terus membahasnya.

Tapi aneh kawan…

Entah mengapa dilembah hati lemah manusia ini, terkandung pupuk yang sangat cocok untuk pertumbuhan rasa curiga dan prasangka buruk, pupuk yang sangat berbahaya hingga Allah pun berfirman tentangnya..Yaa ayyuhalladziina aamanuu katsiiron min annadzon… wahai orang-orang yang beriman jauhilah banyak dari prasangka… tak kepalang tanggung, sebuah perintah langsung pada segenap manusia beriman. Jauhilah prasangka…..belum selesai, oleh Allah dilanjut lagi, wa laa tajassasu… dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain…wa laa yaghtab ba’dhukum ba’dhon…dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain…

Hati manusia itu lemah, hingga mudah terbutakan dengan prasangka atas apa yang tampak di mata, dan apa yang hadir di telinga.

Prasangka, khawatir, dan curiga itu kawan…

Begitu mudah lahir di hati manusia hanya sebab apa yang telah didengar, hanya sebab apa yang telah dilihat. Menyedihkan, itu saja.

Ada kisah kawan…

Aisyah, yang Allah telah Ridho kepadanya, difitnah. Ia dituduh telah melakukan sebuah perbuatan keji, ah…lagi-lagi hanya karena mata yang sepintas melihat. Aisyah menangis, sangat-sangat sedih. Dunia khatam baginya saat itu, seluruh penduduk negeri resah, sang suami, baginda Nabi, pun sangat resah dibuatnya. Tiba-tiba dalam sekejap duka datang sebagai selimut dalam keluarga Nabi. Pekat. Hingga Allah harus turun tangan untuk membebaskan kejinya fitnah bagi sang istri Nabi yang mulia.

Iya…dia Aisyah yang terkenal itu, ia saja tak luput dari menjadi korban lemahnya hati manusia. Hanya karena “dengar” dan “lihat” ia menjadi bulan-bulanan masyarakat yang termakan fitnah. Padahal Allah telah memilihnya untuk mendampingi manusia yang kemuliaannya berada pada urutan paling wahid sebumi.

Hanya karena “katanya” dan hanya karena “sepertinya”…hati manusia sangat mudah memberikan penilaian. Lemah sekali bukan.

Maka, maha luas ilmu Allah ketika IA berkata…”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Allah mengajarkan objektifitas, dengan meneliti sesuatu kebenaran, sebelum kemudian mengambil sebuah simpulan.

Maka, kawan…

Mari menjadi lebih bijak bersama, dengan memasang obat bagi Prasangka, Curiga, dan penyakit hati lainya, sebagai kemudi untuk mengendalikan hati-hati kita….

NB: Sebuah pesan untuk diri dan kawan yang telah karib.

24 Juni 2011 - Posted by | Catatan Perjalanan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: