Zaki Permana's Blog

Articles, Poem, Download, and Others…

TEKNIK ADVOKASI ANGGARAN

Oleh: Zaki Permana

Sebenarnya saya masih awam jika ingin membicarakan topic ini, dan dikarenakan keawaman tersebut pulalah maka tulisan ini jelas jauh dari kesempurnaan. Namun saya mencoba semampu saya untuk membuat tulisan ini menjadi bermanfaat untuk semua. Karena manfaat itulah saya.

Definisi

Advokasi dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti: “Pembelaan”, Kata ini memang belum cukup popular digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam persoalan hukum, maupun kelembagaan yang lebih formal kata ini selalu sering digunakan. Sedangkan pembelaan (masih dalam pengertian KBBI) adalah “cara, proses, perbuatan merawat”. Maka istilah pembela kebenaran tentu digunakan untuk orang yang selalu saja mengabdikan dirinya untuk merawat kebenaran agar senantiasa terjaga.

Webster’s New Collegiate Dictionary mengartikan advokasi sebagai tindakan atau proses untuk membela atau memberi dukungan. Advokasi dapat pula diterjemahkan sebagai tindakan mempengaruhi atau mendukung sesuatu atau seseorang.

Kemudian, anggaran dimaknai dengan taksiran mengenai penerimaan dan pengeluaran kas yg diharapkan untuk periode yg akan datang; rencana penjatahan sumber daya yg dinyatakan dng angka, biasanya dl satuan uang.

Jika demikian, maka Advokasi Anggaran dapat kita maknai dengan: suatu proses yang dilakukan untuk memastikan akuratnya tujuan ideal sebuah anggaran dibuat dengan tindakan berupa mempengaruhi dan atau mendukung sesuatu atau seseorang.

Memastikan bahwa anggaran yang dibuat memanglah benar untuk tujuan ideal yang berbanding lurus dengan kepentingan rakyat banyak (public interest) sesuai dengan regulasi yang berlaku. Memastikan bahwa anggaran yang dibuat adalah anggaran yang efektif, efisien dan tepat sasaran. Tidak mengada-ada, dan jauh dari segala manipulasi dan korupsi yang hanya akan menguntungkan pengambil kebijkan baik daerah maupun pusat.

Arti Pentingnya Advokasi

Jika demikian, maka Advokasi Anggaran adalah sebuah kebutuhan fital bagi masyarakat luas yang perlu dilakukan oleh sebanyak-banyaknya elemen masyarakat. Sebab semakin akuntabel dan transparantnya anggaran yang dibuat. Maka tentu akan semakin baik pola pengawasan dan pola pembenarannya oleh public.

Advokasi Anggaran juga merupakan sebuah upaya mendesak yang perlu dilakukan untuk mengingatkan kepada para pengambil kebijakan untuk dapat lebih bertanggung jawab pada pengelolaan anggaran dan juga kekayaan negara.

Sebuah negara yang jauh dan anti pati terhadap adanya advokasi kebijakan oleh masyarakat selalu cenderung merupakan representasi dari negara korup, yang banyak melakukan penyelewengan anggaran.

Advokasi juga penting bagi pembuat kebijakan karena mereka memerlukan:

  • Informasi yang berkaitan dengan isu-isu yang ada dalam masyarakat
  • Opini publik dan konstituen
  • Bahan masukan yang membantu proses pembuatan peraturan

Tahapan

Ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan dalam melakukan advokasi anggaran yaitu :

1.       Menyiapkan kelompok kerja,

Menyiapkan sebuah tim yang terorganisir rapi dengan distribusi peran yang tepat.

2.       Mengumpulkan dan merumuskan isu,

Isu dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya: undang-undang, document-dokument resmi terkait, media massa, pihak-pihak yang terlibat ataupun dari hasil kajian atau penelitian.

3.       Menyiapkan bahan sebagai alat advokasi,

Ini penting sebagai bahan tuntutan. Bentuknya bisa berupa data hasil penelitian, analisis maupun hasil pelacakan terhadap pengelolaan anggaran. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti riset, diskusi (FGD), wawancara, survey, investigasi, dan lain sebagainya.

4.       Menyusun Prioritas Advokasi,

Hal ini penting sebab seringkali upaya advokasi akhirnya menemui jalan buntu dikarenakan tim kerja telah merasa kelelahan karena terlalu bias-nya wilayah garap advokasi. Lebih baik fokus ke beberapa isu-isu signifikan hingga tuntas terlebih dahulu baru kemudian merambah ke yang lainya.

5.       Menetapkan Target,

Menetapkan target menjadi penting sebagai titik ukur keberhasilan sebuah upaya advokasi anggaran. Kemudian dari sana pula dapat dilakukan evaluasi yang membangun.

6.       Mengidentifikasi steak holder (aktor-aktor kunci),

Aktor kunci bisa berasal dari eksekutif, legislative, tokoh masyarakat, tokoh LSM atau tokoh dibelakang layar tapi memiliki cukup besar pengaruh dalam pengambilan kebijakan. Mengidentifikasi siapa sajakah yang terlibat dalam penyusunan anggaran.

7.       Memetakan potensi dan ancaman,

Analisis potensi dan ancaman penting untuk mengetahui potensi peluang dan ancaman yang akan dihadapi.

8.       Menentukan pilihan strategi/cara-cara advokasi,

1. Kooperatif (kerjasama dengan pengambil kebijakan)

2. Konfrontatif (tidak bekerjasama dengan pengambil kebijakan)

3. Proaktif (mendahului sebelum sebuah kebijakan diputuskan)

4. Reaktif (merespon sebuah kebijakan)

9.       Melaksanakan agenda advokasi berbasis perencanaan dan tanggal,

Agenda harus disesuaikan dengan momentum dan jadwal yang terencana.

10.   Melakukan monitoring dan evaluasi

Fungsinya untuk menyusun ulang rencana yang telah dilaksanakan.

ISU-ISU ANDVOKASI ANGGARAN

Mark up anggaran

Penambahan biaya untuk proyek tertentu dengan menambah harga diatas harga sewajarnya, misalnya harga 5 juta dibuat menjadi 10 juta.Ini biasanya dilakukan ketika mengisi Daftar Isian Proyek (DIP) pada tahap penyusunan anggaran.

Duplikasi anggaran

Pembuatan anggaran ganda dengan menciptakan dua jenis anggaran padahal yang dimaksud adalah sama. Misalnya anggaran Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Padahal kedua proyek tersebut adalah sama.

Anggaran fiktif

Pembuatan laporan keuangan palsu,seolah-olah proyek telah dilaksanakan.

Penyimpangan alokasi anggaran

Alokasi anggaran tidak sesuai dengan peruntukan, misalnya anggaran bencana menjadi biaya perjalanan bupati.

Pilihan startegi advokasi anggaran

Advokasi Proaktif adalah strategi yang berifat koperatif yang biasanya dilakukan sebelum sebuah kebijakan ditetapkan atau disahkan. Tehnik yang biasa digunakan adalah :

1. Lobby

Sebuah kegiatan advokasi untuk mempengaruhi para pengambil keputusan agar mau memberi dukungan terhadap sudut pandang kita.

2. Hearing

Untuk mensosialisasikan gagasan dan mencari masukan atau menyerap pandangan masyarakat atau pengambil kebijakan di seputar isu yang menjadi perhatian

3. Kampanye

Kegiatan dalam rangka mensosialisasikan ide, pandangan, gagasan tentang suatu kebijakan tertentu yang bertujuan untuk mendapat dukungan publik.

Advokasi Reaktif, advokasi yang cenderung konfrontatif sebagai respon terhadap sebuah kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

    1. Demonstrasi, sebelum demontrasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
      • Apa tujuan demontrasi?
      • Siapa yang akan terlibat?
      • Berapa jumlah orang diharapkan dapat terlibat dalam demonstrasi?
      • Apakah ada kemampuan untuk mengendalikan massa agar tidak anarkhis?
      • Apa dampak yang ditimbulkan dari demonstrasi?
      • Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi penangkapan?
      • Siapa yang akan membela secara hukum?
    2. Boikot.

Suatu tindakan pembangkangan atau penolakan untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Tanpa bentuk kekerasan.Biasanya diawali dengan deklarasi

3. Tuntutan hukum.

Hal ini dapat dilakukan baik dengan menggunakan legal standing maupun tindak pidana korupsi.

Beberapa tips untuk kampanye

Media pers merupakan alat kampanye yang efektif digunakan dalam mendiseminasikan isu-isu yang sedang di advokasi karena media media pers mempunyai penyebaran yang cukup luas, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat maupun para pembuat kebijakan.Bentuk kerjasama yang dilakukan berupa press release, konferensi pers dan penulisan artikel.

Tips Membangun Kerjasama dengan Pers

  • Membangun komunikasi dengan pers. Langkah awal adalah dengan memperkenalkan siapa kita dan apa maaksud serta tujuan kita.Berikutnya adalah berdiskusi dengan mereka guna menyampaikan isu-isu yang sedang anda dorong.Untuk hal ini, anda dapat mengundang mereka atau proaktif berkunjung kemeja redaksi pers.
  • Berupaya menjadi sumber informasi dan koreksi bagi pers.
  • Menciptakan momen yang memicu pers terus menulis berita-berita anggaran yang anda inginkan.
  • Bersama dengan pers melakukan peran sebagai watchdog (pengawas) terhadap kebijakan-kebijakan anggaran dan kasus-kasus penyimpangan anggaran.

Tips Kampanye Melalui Radio

Radio merupakan salah satu alat kampanye yang efektif digunakan dalam mendissiminasikan isu-isu yang sedang anda advokasi karena radio mempunyai penyebaran yang cukup luas, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat maupun para pembuat kebijakan. Bentuk kerjasama yang dilakukan berupa talk show dan dialog interaktif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekerjasama dengan stasiun radio adalah sebagai berikut:

  • Pilih Stasiun Radio yang disenangi masyarakat.
  • Pilih waktu yang tepat sesuai dengan isu yang akan diadvokasi.
  • Persiapkan materi advokasi dengan baik.
  • Persiapkan nara sumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Tips kampanye melalui Televisi

Televisi merupakan alat kampanye yang efektif digunakandalam mendesiminasikan isu-isu yang sedang anda advokasi karena mempunyai penyebaran yang cukup luas,sehingga dapat mempengaruhi masyarakat maupuna para pembuat kebijakan. Bentuk kerjasama yang dilakukan berupa talk show dan dialog interaktif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekerjasama dengan stasiun TV adalah sebagai berikut:

  • Pilih Stasiun TV yang disenangi masyarakat.
  • Pilih waktu yang tepat sesuai dengan isu yang akan diadvokasi.
  • Persiapkan materi advokasi dengan baik.
  • Persiapkan nara sumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Tips kampanye melalui leaflet dan brosur

Leaflet dan brosur juga merupakan alat kampanye yang efektif dalam mendisiminasikan isu-isu yang sedang di advokasi. .Dalam leaflet dapat didepkripsikan lebih jelas isu yang diadvokasi.

Cara membuat Leaflet dan Brosur Efektif

  • Ciptakan kata-kata yang menarik dan mudah diingat
  • Ciptakan layout yang menarik
  • Tentukan lokasi penyebaran leaflet dan brosur
  • Bahan brosur harus agak tahan lama.

Tehnik Pengembangan Strategi Advokasi

Ada 9 pertanyaan kunci yang perlu diperhatikan dan yang harus dibedakan adalah antara taktik dan strategi. Taktik adalah suatu tindakan khusus misalnya pengedaran petisi, penulisan surat, penggelaran protes. Strategi adalah sesuatu yang lebih besar suatu peta keseluruhan yang memberikan arah pada penggunaan alat-alat.

Sembilan kata kunci itu adalah :

  1. Apa yang anda inginkan atau tujuan-tujuan strategis.
  2. Siapa yang dapat melakukannya
  3. Apa yang ingin mereka dengar.
  4. Dari siapa mereka perlu mendengar pesan itu.
  5. Bagaimana membuat khalayak mendengarkan pesan itu.
  6. Apa yang kita miliki.
  7. Apa yang perlu kita kembangkan.
  8. Bagaimana memulai.
  9. Lakukan evaluasi.

Evaluasi

Keberhasilan dari setiap strategi advokasi perlu dinilai secara berkala. Hal ini membantu memastikan bahwa sasaran dan tujuan advokasi akan diraih dalam jangka waktu yang wajar. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini, anggota Komite dapat menilai dengan akurat, tentang efektif tidaknya strategi mereka dan kemudian membuat perubahan-perubahan yang dibutuhkan.

  • Apakah masalah ini masih relevan dengan para anggota organisasi?
  • Apakah masalah tersebut telah berkembang lebih lanjut?
  • Apakah penelitian lebih lanjut diperlukan?
  • Apakah sasaran dan timeline masih dapat digunakan?
  • Apakah pokja advokasi menghargai timeline tersebut?
  • Apakah sasaran dan timeline perlu direvisi?
  • Apakah kita telah mengidentifikasi target advokasi yang tepat?
  • Apakah kita berhasil dalam pencapaian target-target advokasi ini?
  • Apakah kita memiliki pengirim pesan/messenger yang tepat?
  • Apakah pengirim pesan bersikap responsif terhadap pesan-pesan kita?

Contoh Kasus

RUU Penanaman Modal (Oleh KADIN Indonesia)

Tantangan                           : Memperbarui RUU Penanaman Modal

Target Tahun 2006         :

  • Revisi RUU Penanaman Modal yang mendukung perbaikan iklim investasi yang lebih
  • sehat dan berdaya saing tinggi
  • Insentif Bagi investor
  • Perhatian terhadap Industri Kecil
  • Pembentukan Komite Investasi
  • Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu

Target Jangka Panjang

  • Memperbaiki peraturan-peraturan yang menghambat investasi
  • Pemisahaan antara fungsi promosi investasi dan regulasi investasi

Dalam melakukan advokasi RUU Penanaman Modal, Kadin Indonesia membentuk Tim advokasi RUU Penanaman Modal yang diketuai oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Investasi, Perhubungan, Informatika, Telekomunikasi dan Pariwisata. Tim advokasi ini bertugas untuk:

  • mengkaji perbandingan peraturan bidang investasi di beberapa negara tetangga
  • mengadakan rapat bersama asosiasi dan pakar untuk menampung masukan
  • menyampaikan usulan dunia usaha atas RUU Penanaman Modal kepada instansi
  • pemerintah terkait dan Badan Koordinasi Penanaman Modal
  • menyampaikan masukan kepada lembaga legislatif dalam Rapat Dengar Pendapat
  • Umum di DPR RI.

 

1 November 2011 - Posted by | Artikel

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: